SURAT CINTA UNTUK MARLINA

 


Apakah pertanyaan ini sering muncul dalam pikiranmu “ Apa sebenarnya tujuan dari keberadaanku”?

Jika sering, silahkan lanjutkan membaca tulisan ini.

Dan minggu-minggu berikutnya saya akan mengirimkan surat-surat selanjutnya.

Saya mengucap Syukur untuk pertemanan kita dari tahun 2012 sampai sekarang

-----

 Untuk apa aku ada disini/ Di dunia ini ?

Amsal 11:28 (MSG) “Kehidupan yang di tunjukan untuk kepemilikan benda-benda adalah kehidupan yang mati, seperti punting; kehidupan yang dibentuk oleh TUHAN itu seperti Pohon yang daunnya lebat” 

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, Ia akan seperti Pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau,  yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.(yeremia 17:7-8)

SEGALA sesuatu Diawali oleh TUHAN

Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan untuk DIA dan Untuk DIA. (kolose 1:16)

Jika kamu tidak menganggap TUHAN ada, pertanyaan tentang tujuan hidup tidak ada artinya. (Bertrand Russel, seorang ateis)

INI BUKAN TENTANG KAMU.

Tujuan kehidupanmu jauh lebih besar dari kepuasan pribadi, ketenanga pikiran, bahkan kebahagiaanmu sendiri. Itu jauh lebih baik dari keluarga, karier, bahkan impianmu dan ambisimu yang paling gila. Jika kamu ingin tahu mengapa kamu di tempatkan di planet bumi ini, kamu harus memulainya dengan TUHAN. Kamu di lahirkan oleh TUJUAN-NYA dan untuk tujuan itu.

Pencarian hidupmu telah membingungkan banyak orang selama puluhan tahun. Itu karena biasanya kita memulai pada titik yang awal yang keliru, yaitu diri kita sendiri. Kita mengajukan pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri seperti, “ingin menjadi apakah aku kelak ? apakah yang harus aku lakukan dengan hidupku ? Apakah sasaranku, impianku untuk masa depanku ?”. Memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita. Alkitab berkata “ TUHANlah yang mengatur hidup ciptaan-Nya; Kehidupan setiap orang ada dalam kuasa-Nya”.

Saya membaca sebuah buku tentang seseorang yang tersesat di pegunungan. Ketika dia berhenti untuk menanyakan arah menuju  perkemahan, dia diberitahu “Anda tidak akan bisa kesana dari sini, anda harus memulainya dari sisi lain gunung itu!”

Demikian juga kamu, kamu tidak akan menemukan tujuan hidupmu jika memulainya dari diri sendiri. Kamu harus memulainya dari TUHAN, Penciptamu. Kamu ada karena TUHAN menghendakinya. Kamu di ciptakan oleh TUHAN dan untuk TUHAN. Dan sebelum kamu memahami itu, hidup tidak aka nada artinya. Hanya di dalam TUHANlah kita menemukan asal usul kita, identitas kita, makna diri kita, tujuan kita, arti penting kita, dan masa depan kita. Setiap jalan lain yang di luar TUHAN akan membawah  kita ke jalan buntu.

            Banyak orang mencoba untuk memanfaatkan TUHAN untuk aktualisasi diri mereka. Tetapi  itu adalah  pemutarbalikkan alam dan pasti gagal. Anda di ciptakan untuk TUHAN, Bukan sebaliknya, dan hidup adalah tentang memberikan kesempatan kepada TUHAN unuk memakai ANDA bagi tujuan-NYA, bukan memanfaatkan DIA untuk tujuan anda sendiri. Alkitab berkata “Obsesi dengan diri sendiri dalam hal-hal seperti itu akan membawa kebuntuan; perhatian kepada TUHAN akan membawa kita pada kehidupan yang terbuka, luas dan bebas”.

            Menjadi sukses dan menggenapi tujuan hidup anda sama sekali tidak sama! Anda dapat mencapai semua sasaran pribadi, menjadi sukses luar biasa dengan standar dunia, tetapi tidak menemukan tujuan TUHAN untuk kehidupan anda. Kamu memerlukan lebih dari sekedar nasihat untuk menolong diri sendiri. Alkitab berkata “ menolong diri sendiri sama sekali bukan pertolongan. Mengorbankan diri adalah caranya, cara-Ku untuk menemukan dirimu, dirimu yang sebenarnya”.

 Bagaimana  kita menemukan tujuan penciptaan Kita ?

Kita hanya mempunyai dua pilihan. Yang pertama adalah spekulasi. Inilah yang dipilih kebanyakan orang. Mereka menebak, menduga, berteori. Ketika orang berkata, “Aku selalu mengaggap bahwa hidup adalah….” Maka yang mereka maksudkan adalah “inilah anggapan terbaik yang aku pilih”.

Selama ribuan tahun para filsuf yang hebat telah membicarakan dan berspekulasi tentang arti hidup. Filsafat memang ilmu yang penting dan mempunyai banyak manfaat, tetapi ketika di hadapkan pada penentuan tujuan hidup, bahkan filsuf yang paling bijaksana pun hanya dapat menebak-nebak.

Pilihan kedua untuk menemukan tujuan dan arti hidup kita adalah Pewahyuan. Kita dapat belajar apa yang di singkapkan TUHAN tentang hidup kita dalam firman-Nya. Cara termudah untuk menemukan tujuan dari sebuah penemuan adalah bertanya kepada si pencipta. Hal yang sama berlaku untuk menemukan tujuan hidup Anda :Bertanya kepada TUHAN.

TUHAN tidak membiarkan kita dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak-nebak. Dengan jelas IA menyingkapkan tujuan hidup kita melalui Alkitab. Alkitab menjelaskan apa yang tidak di ketahui oleh buku tentang menolong diri sendiri maupun filsafat. Alkitab berkata,”HIKMAT TUHAN..tersembunyi jauh di dalam tujuan-tujuanNya.. Ini bukanlah pesan yang baru, tetapi justru yang tertua yaitu apa yang di tetapkan TUHAN sebagai cara untuk menarik keluar hal yang terbaik dari dalam diri kita”.

TUHAN bukanlah sekedar titik awal kehidupan anda ;  IA adalah SUMBER kehidupan anda. Untuk menemukan tujuan hidupmu, kamu harus kembali pada firman-Nya, Bukan hikmat dunia. Kamu harus membangun kehidupan di atas kebenaran kekal, bukan psikologi populer, motivasi sukses. Alkitab berkata,”Di dalam Kristuslah kita menemukan siapa diri kita dan untuk apa kita hidup. Jauh sebelum kita mendengar tentang Kristus dan harapan kita di bangkitkan, Ia telah melihat kita, telah merancangkan kita untuk kehidupan yang mulia, bagian dari seluruh tujuan yang IA kerjakan dalam setiap hal dan setiap orang”.

 INGAT 3 POIN PENTING INI.

  1. Anda menemukan identitas dan tujuan anda melalui hubungan dengan Yesus Kristus. Jika anda tidak memiliki hubungan seperti itu, saya akan menjelaskan bagaimana memulainya.
  2. Tuhan telah memikirkan anda jauh sebelum anda ada. Tujuan-NYA untuk kehidupan anda telah ada sebelum anda di kandung. IA merancangnya sebelum anda ada, tanpa masukan anda! Anda boleh saja memilih karir, pasangan hidup, hobi, dan banyak bagian lain dalam kehidupan anda, tetapi anda tidak dapat memilih tujuan hidup anda.
  3. Tujuan hidup anda sesuai dengan tujuan yang jauh lebih besar, dan menyangkut alam semesta yang di rancang TUHAN untuk kekekalan .

Andrei Bitov, seorang penulis novel Rusia, tumbuh dibawah rezim komunis yang ateis. Tetapi TUHAN mendapatkan  perhatiannya pada suatu hari yang suram. Ia mengenang “pada usia dua puluh tujuh tahun, ketika sedang berada di kereta, saya merasa begitu putus asa. Sehingga hidup rasanya seperti berhenti seketika, menghilangkan seluruh masa depan, apalagi berpikir tentang tujuan. Tiba-tiba saja, muncul sebuah kalimat : TANPA TUHAN HIDUP TIDAK ADA ARTINYA”. Dengan rasa takjub saya mengulang-ulang kalimat itu dan rasanya seperti naik ke atas escalator ke atas, saya keluar dari kereta dan berjalan dalam terang TUHAN”.

Apakah Anda merasa seperti berada dalam kegelapan tentang tujuan hidup anda ?

Selamat, anda sekarang mulai berjalan ke dalam terang.

 Sampai ketemu di surat yang ke dua..

TUHAN MENCINTAIMU, KAMU ADALAH PERMATA HATINYA, KAMU ADALAH AMBASSADORNYA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT CINTA UNTUK ANTI

Surat Cinta untuk Desty